Bobotsari Siaga Satu! Pemkab Purbalingga Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

bobotsari.koranpos.my.id
Penulis: Lukman Yuli Prasetyo
Editor: Nur Rachman
Diterbitkan: 11 Februari 2026 , 12.10 WIB
Pemkab Purbalingga tetapkan status tanggap darurat bencana di Bobotsari. Desa Gandasuli hingga Limbasari waspada banjir & tanah gerak akibat cuaca ekstrem.
Foto: Pemkab Purbalingga tetapkan status tanggap darurat bencana di Bobotsari. Desa Gandasuli hingga Limbasari waspada banjir & tanah gerak akibat cuaca ekstrem.

PURBALINGGA – Intensitas hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Kabupaten Purbalingga dalam beberapa hari terakhir memicu eskalasi ancaman bencana. Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga secara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi, dengan fokus perhatian pada sejumlah titik krusial di wilayah Kecamatan Bobotsari.

Keputusan ini diambil setelah serangkaian laporan mengenai banjir luapan dan fenomena gerakan tanah mulai mengancam pemukiman warga serta akses infrastruktur vital. Langkah cepat ini dimaksudkan untuk mempercepat mobilisasi bantuan dan penanganan teknis di lapangan.

Empat Desa di Bobotsari Masuk Zona Merah

Berdasarkan petaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, setidaknya ada empat desa di Kecamatan Bobotsari yang kini berada dalam pengawasan ketat. Desa-desa tersebut meliputi Desa Gandasuli, Karangmalang, Banjarsari, dan Desa Limbasari.

Di Desa Limbasari dan Banjarsari, luapan air sungai dilaporkan sempat memasuki area persawahan dan beberapa rumah warga yang berada di bantaran sungai. Sementara itu, di wilayah Gandasuli dan Karangmalang, potensi gerakan tanah menjadi ancaman utama bagi stabilitas bangunan warga yang berada di area perbukitan dan kemiringan curam.

Cuaca Ekstrem: Mitigasi di Tengah Ketidakpastian

Penetapan status tanggap darurat ini bukan tanpa alasan. Fenomena hidrometeorologi yang dipicu oleh cuaca ekstrem di awal tahun 2026 ini menunjukkan pola curah hujan yang tidak terprediksi dengan durasi yang lama.

"Status tanggap darurat ini memudahkan koordinasi lintas sektoral. Kita fokus pada evakuasi warga jika kondisi memburuk serta penyediaan logistik di posko-posko pengungsian sementara. Desa Limbasari dan sekitarnya menjadi perhatian khusus karena letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan hulu sungai," ungkap salah satu koordinator lapangan penanganan bencana.

Instruksi Bagi Warga: Tingkatkan Kewaspadaan Mandiri

Selain langkah teknis dari pemerintah, masyarakat diimbau untuk proaktif dalam melakukan mitigasi mandiri. Warga yang tinggal di dekat tebing atau bantaran sungai diminta untuk segera mengungsi ke titik yang lebih aman jika hujan turun dengan intensitas tinggi selama lebih dari dua jam berturut-turut.

Pemkab Purbalingga juga memastikan bahwa alat berat telah disiagakan di titik-titik rawan longsor guna mempercepat pembersihan material jika terjadi sumbatan pada akses jalan antar-desa. Koordinasi dengan relawan lintas komunitas pun terus diperkuat guna menjamin alur informasi bencana yang akurat dan bebas hoaks.

Hingga berita ini diturunkan, petugas BPBD masih terus bersiaga di lokasi untuk memantau pergerakan tanah dan debit air sungai di seluruh wilayah Bobotsari.

Lebih baru Lebih lama