Hanya Karena Rp 200 Ribu, Pemuda di Pakuncen Bobotsari Tega Hanguskan Rumah Orang Tua

bobotsari.koranpos.my.id
Penulis: Lukman Yuli Prasetyo
Editor: Akim Amiruloh
Diterbitkan: 11 Februari 2026 , 13.25 WIB
Kondisi sisa puing bangunan rumah yang hangus terbakar di Dusun Dawuhan, Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari akibat aksi pembakaran oleh anak kandung sendiri.
Foto: Kondisi sisa puing bangunan rumah yang hangus terbakar di Dusun Dawuhan, Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari akibat aksi pembakaran oleh anak kandung sendiri.

BOBOTSARI – Sebuah insiden memilukan sekaligus mengejutkan mengguncang ketenangan warga Dusun Dawuhan, Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga. Diduga akibat gelap mata karena permintaannya tidak dituruti, seorang pemuda berinisial (AS) nekat membakar rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya bersama orang tuanya sendiri.

Aksi nekat yang terjadi pada tengah pekan ini bermula dari persoalan sepele yang berujung pada kerugian materil besar serta trauma mendalam bagi pihak keluarga. Api dengan cepat melahap bagian dalam rumah sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh warga sekitar dan petugas pemadam kebakaran.

Kronologi: Marah Karena Tak Diberi Uang

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa bermula ketika pelaku meminta uang sebesar Rp 200.000 kepada orang tuanya. Belum diketahui secara pasti tujuan penggunaan uang tersebut, namun keterbatasan ekonomi membuat sang orang tua tidak mampu memenuhi permintaan sang anak secara seketika.

Cekcok mulut pun tak terhindarkan. Rasa kesal yang tak terbendung rupanya membuat pelaku bertindak di luar nalar. Ia diduga menyulut api ke material yang mudah terbakar di dalam rumah hingga si jago merah berkobar hebat. Beruntung, orang tua pelaku berhasil menyelamatkan diri sebelum api mengepung seluruh bangunan.

"Hanya karena tidak diberi uang dua ratus ribu rupiah, pelaku emosi dan melakukan aksi pembakaran tersebut. Warga sempat berusaha memadamkan dengan alat seadanya sebelum bantuan datang," ujar salah seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya.

Pelaku Berhasil Diamankan Polisi

Tak butuh waktu lama bagi pihak berwajib untuk bertindak. Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Bobotsari bersama Satreskrim Polres Purbalingga langsung meluncur ke lokasi kejadian setelah menerima laporan warga. Pelaku diamankan tanpa perlawanan berarti dan langsung dibawa ke markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memastikan motif utama dan melihat apakah ada pengaruh zat terlarang atau gangguan psikologis yang memicu aksi anarkis tersebut.

Pelajaran Berharga Bagi Lingkungan Sosial

Kasus ini menjadi sorotan tajam netizen dan warga lokal. Banyak yang menyayangkan perilaku sang pemuda yang tega merusak harta benda satu-satunya milik orang tuanya hanya karena ego sesaat. Fenomena ini juga menjadi pengingat bagi para orang tua dan lingkungan sekitar akan pentingnya pengawasan terhadap perilaku anak serta komunikasi dalam keluarga.

Akibat perbuatannya, kini pelaku terancam dijerat dengan pasal mengenai pembakaran atau pengrusakan properti dengan ancaman hukuman penjara yang cukup berat. Sementara itu, kedua orang tua pelaku kini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi rumah yang sudah tidak layak huni akibat luka bakar api yang cukup parah di bagian atap dan kamar.

Lebih baru Lebih lama