BOBOTSARI – Angin segar berembus bagi pelaku usaha mikro di wilayah Kecamatan Bobotsari. Melalui program pemberdayaan ekonomi umat, Lazismu Kabupaten Purbalingga secara resmi menyerahkan bantuan produktif kepada unit usaha ternak kelinci “FASCHO RABBITS” yang berlokasi di Desa Pakuncen, Jumat (13/01/2024).
Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen lembaga zakat tersebut untuk mentransformasi mustahik menjadi muzakki melalui sektor UMKM yang potensial namun sering kali terkendala permodalan bibit unggul.
Baca juga:
Pengkritik Makan Bergizi Gratis, Prabowo ke Qodari: "Kumpulkan Video yang Ramalkan Kita Gagal"Acara penyerahan bantuan berlangsung khidmat di lokasi peternakan Fascho Rabbits. Bantuan yang disalurkan berupa sejumlah indukan dan pejantan kelinci ras unggul yang dipilih khusus karena daya tahan dan nilai ekonomisnya yang tinggi.
Langkah ini diambil setelah melalui proses survei dan kelayakan usaha. Fascho Rabbits dinilai memiliki manajemen kandang yang baik dan dedikasi tinggi dalam mengembangkan budidaya kelinci di Desa Pakuncen, namun membutuhkan suntikan "darah baru" untuk meningkatkan kapasitas reproduksi dan varietas ternak.
"Kami melihat potensi besar pada budidaya kelinci ini. Selain dagingnya, kelinci juga memiliki pangsa pasar hobi yang stabil. Bantuan indukan ini diharapkan menjadi stimulus agar skala usaha Fascho Rabbits bisa naik kelas," ujar perwakilan Lazismu Purbalingga di sela-sela acara.
Program ini tidak hanya sekadar memberi bantuan lalu lepas tangan. Lazismu menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar bantuan tersebut benar-benar berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga pelaku UMKM.
Pengelola Fascho Rabbits menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. "Bantuan indukan dan pejantan ini sangat berarti bagi kami. Dengan bibit yang berkualitas, kami optimis bisa menghasilkan anakan yang lebih baik untuk memenuhi permintaan pasar yang selama ini belum terkover sepenuhnya," ungkapnya.
Kehadiran unit usaha seperti Fascho Rabbits di Desa Pakuncen diharapkan mampu menginspirasi warga lain untuk melirik sektor peternakan sebagai alternatif penghasilan yang menjanjikan di tengah dinamika ekonomi pedesaan.
Inisiatif Lazismu di Bobotsari ini menuai tanggapan positif dari berbagai kalangan. Pengamat ekonomi lokal menilai bahwa model bantuan berupa aset biologis (ternak) jauh lebih efektif dibandingkan bantuan tunai sekali habis.
Dengan model ternak, terjadi proses perputaran ekonomi yang terus tumbuh seiring berkembangbiaknya hewan tersebut. Program ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga filantropi dan semangat kewirausahaan lokal adalah kunci utama pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan di wilayah Purbalingga.