Talagening Bangga! Terpilih Jadi Pilot Project "Konservasi Berbasis Budaya", Warga Siap Jaga Alam Lewat Tradisi

bobotsari.koranpos.my.id
Penulis: Lukman Yuli Prasetyo
Editor: Akim Amiruloh
Diterbitkan: 11 Februari 2026 , 23.43 WIB
Warga Desa Talagening Bobotsari antusias sambut penetapan wilayahnya sebagai pusat Konservasi Berbasis Budaya. Padukan pelestarian alam & kearifan lokal.
Foto: Warga Desa Talagening Bobotsari antusias sambut penetapan wilayahnya sebagai pusat Konservasi Berbasis Budaya. Padukan pelestarian alam & kearifan lokal. ( sc : desa talagening )

BOBOTSARI – Suasana berbeda tampak menyelimuti Desa Talagening, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, pada Minggu pagi (11/01/2026). Wajah-wajah semringah dan penuh semangat terpancar dari warga setempat menyusul terpilihnya desa mereka sebagai lokasi percontohan program "Konservasi Berbasis Budaya". Program ini dinilai sebagai terobosan strategis yang menggabungkan upaya pelestarian lingkungan hidup dengan nilai-nilai luhur kearifan lokal yang masih dipegang teguh oleh masyarakat.

Penetapan ini disambut dengan antusiasme tinggi, mengingat Desa Talagening memiliki potensi alam yang asri serta tradisi turun-temurun dalam menjaga sumber mata air dan hutan desa.

Menjaga Alam dengan "Pamali" dan Adat

Konsep konservasi berbasis budaya ini menitikberatkan pada pendekatan non-teknis, yakni melalui hukum adat dan mitos positif (local wisdom) yang efektif menjaga keseimbangan ekosistem. Salah satu tokoh masyarakat Desa Talagening mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan ini.

"Kami sangat bangga. Sejak dulu leluhur kami mengajarkan bahwa merusak alam itu ada pamali-nya (pantangannya). Dengan adanya program resmi ini, semangat anak muda untuk 'nguri-uri' budaya sekaligus menjaga hutan dan sungai jadi bangkit kembali," ujarnya di sela-sela acara peresmian.

Sinergi Pemerintah dan Warga

Program ini tidak hanya sekadar seremonial penanaman pohon, melainkan juga revitalisasi situs-situs budaya yang berkaitan dengan alam. Pemerintah daerah berharap, model konservasi di Talagening ini bisa menjadi role model bagi desa-desa lain di Purbalingga. Jika alam dijaga dengan rasa hormat selayaknya menjaga orang tua, maka bencana alam seperti longsor dan kekeringan dapat diminimalisir secara alami.

Harapan Menjadi Desa Wisata Edukasi

Antusiasme warga juga didorong oleh harapan jangka panjang. Dengan status baru ini, Talagening berpotensi berkembang menjadi destinasi wisata edukasi lingkungan dan budaya. Hal ini tentu akan membawa dampak ekonomi positif bagi UMKM lokal tanpa harus mengorbankan kelestarian alamnya.

"Alam lestari, budaya terjaga, masyarakat sejahtera. Itu gol utama kami," pungkas Kepala Desa Talagening optimis.

Lebih baru Lebih lama